Setelah mengumumkan perombakan (reshuffle) kabinet dan melantik Menteri baru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung mengadakan sidang kabinet terbatas pada pukul 15.00.
Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, terdapat dua materi saat sidang kabinet sore nanti. Materi ini terkait dengan tugas para Menteri baru dan yang kedua mengenai RAPBN 2017.
"Tentunya materinya ada dua, pertama adalah arahan presiden yang berkaitan dengan tugas-tugas baru yang dibebankan, diberikan, sekaligus kehormatan tentunya. Kedua berkaitan pagu indikatif APBN tahun 2017," kata dia di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/7/2016).
Mengenai pagu indikatif tersebut, lanjut Pramono, berkaitan erat dengan tax amnesty atau kebijakan pengampunan pajak. Pasalnya, fokus pemerintah saat ini mengenai hal itu.
"Karena memang presiden konsen secara penuh terhadap pelaksanaan tax amnesty ini, hal itu terlihat dari presiden secara langsung memimpin sosialisasi baik itu di Jakarta, di Medan dan di Surabaya. Dan besok para petugas pajak sampai eselon III akan dikumpulkan karena presiden ingin program ini berjalan dengan baik," ungkap dia.
Sri Mulyani resmi didaulat menjadi Menteri Keuangan, menggantikan Bambang Brodjonegoro yang digeser dari jabatannya. Sebelumnya, Sri Mulyani merupakan menjabat Managing Director and Chief Operating Officer World Bank.
Sri Mulyani pun disebut telah menyelesaikan usulan ‘transfernya’ dari World Bank untuk masuk dalam kabinet yang dipimpin Presiden Jokowi.
“Beliau sudah mendapatkan izin dari World Bank,” kata Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/7/2016). “Alhamdulillah, Sri Mulyani bisa kembali lagi,” ucap dia.
Pratikno pun memaparkan kiprah Sri Mulyani. Mulai dari jabatannya Sri Mulyani yang pernah menjabat Menkeu, hingga kariernya di dunia internasional. “Kita sudah tidak asing lagi dengan Sri Mulyani,” tutur dia.



No comments:
Post a Comment