Presiden Jokowi resmi mecopot Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli dari jabatannya. Posisi Rizal langsung diiisi Luhut Binsar Panjaitan yang sebelumnya menjabat Menteri Koordinator Hukum dan HAM.
Atas hal itu, Pengamat Politik Universitas Bung Karno, Franky F Roring menilai, pencopotan Rizal, beraroma perseteruannya dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
“Saya rasa ada hubungan. Ada gambaran Jakarta sebagai prototype mini Indonesia. Jadi demi melindungi program Jakarta, presiden me-reshuffle,” kata Franky, kepada kriminalitas.com, Rabu (27/7).
Agen Judi Online Terpercaya Franky menambahkan, perseturuan ini yang kemudian membuat Jokowi gerah. Apalagi posisi tawar Rizal di mata Jokowi lemah.
hanya untuk yang dewasa KLIK.......
Cerita Sex Lelly Istri Kesepian
“Bisa jadi biar nggak ribet-ribet, Rizal dicopot. Apalagi kan Pak Rizal juga bukan orang yang berasal dari kubu Jokowi,” pungkas Franky.
Sebagai informasi, Rizal Ramli acapkali berseberangan bahkan bersitegang dengan Ahok mengenai reklamasi Pulau G.
Dalam rapat tiga komite yang digagas Menko Rizal, reklamasi Pulau G harus dihentikan. Dari hasil rapat, disebutkan reklamasi itu menuai banyak pelanggaran, yakni merusak ekosistem laut, menganggu lalu lintas pelayaran, hingga berdiri di atas kabel PLN.
Namun di sisi berlawanan, Ahok membantah semua tuduhan pelanggaran itu. Secara terang-terangan Ahok menyebut penghentian reklamasi tidak bisa dilakukan oleh menteri, harus berdasar perintah Presiden.
Apalagi hingga kini, salinan surat penghentian reklamasi Pulau G tidak pernah sampai ke meja kerja Ahok.



No comments:
Post a Comment