HINDIAPOST - Munculnya
bom yang akan diarahkan ke Istana bagian dari pengalihan isu kasus
penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
“kalau
dilihat pola kemunculan bom dan diarahkan ke Istana sangat diduga
bagian pengalihan isu kasus Ahok. Sebelum ada aksi super damai 212 ada
upaya untuk menggagalkan dengan peristiwa bom samarinda, isu makar dan
sebagainya,” kata Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) DKI Jakarta Eko
Hendro Purnomo atau Eko Patrio, Senin (12/12).
Kata Eko,
patut dicurigai Densus 88 yang menemukan surat dari ‘pengantin
perempuan’ untuk meledakkan Istana dengan menggunakan bom ‘rice cooker’.
“Ini yang membuat surat ini harus dibongkar juga, apa atas inisiatif
perempuan, atau hanya suruhan, ini yang patut dicurigai,” ungkap Eko.
Menurut
Eko, berbagai peristiwa mulai dari bom gereja Samarinda sampai rencana
pengeboman di Istana tidak bisa dilepaskan untuk menggiring opini agar
umat I
lam tidak terlalu menekan ke pemerintah dalam kasus Ahok.
“Selama
ini ada opini bahwa Jokowi seolah-olah melindungi Ahok dan dengan
adanya bom Istana maka seolah-olah yang meminta keadilan kasus Ahok
ingin mengebom Istana karena Presiden Jokowi dianggap melindungi Ahok,”
papar Eko.
Eko meminta Umat Islam untuk mewaspadai operasi
intelijen jahat untuk mendiskreditkan kelompok anti Ahok. “Kelompok
antiahok sudah ada yang terkena kasus makar dan tak lama lagi ada kasus
terorisme. Ini yang harus diwaspadai umat Islam,” pungkas Eko.
Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap tiga terduga teroris, Sabtu (10/12).
Berdasarkan pemeriksaan sementara, tiga teroris ini merencanakan meledakkan bom di Istana Negara, Jakarta Pusat.
“Rencananya
bom tersebut akan diledakkan di Istana Negara pada saat serah terima
jaga Paspampres,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komber Raden
Prabowo Argo Suyono saat dikonfirmasi. (suaranasional)(satelitnews)


No comments:
Post a Comment