Monday, December 12, 2016

P 012 : Eko Patrio : Kalo Dilihat Polanya Kemunculannya, Teror Bom Istana Adalah Upaya Pengalihan Isu Kasus Ahok



HINDIAPOST - Munculnya bom yang akan diarahkan ke Istana bagian dari pengalihan isu kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“kalau dilihat pola kemunculan bom dan diarahkan ke Istana sangat diduga bagian pengalihan isu kasus Ahok. Sebelum ada aksi super damai 212 ada upaya untuk menggagalkan dengan peristiwa bom samarinda, isu makar dan sebagainya,” kata Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio, Senin (12/12).


Kata Eko, patut dicurigai Densus 88 yang menemukan surat dari ‘pengantin perempuan’ untuk meledakkan Istana dengan menggunakan bom ‘rice cooker’. “Ini yang membuat surat ini harus dibongkar juga, apa atas inisiatif perempuan, atau hanya suruhan, ini yang patut dicurigai,” ungkap Eko.

Menurut Eko, berbagai peristiwa mulai dari bom gereja Samarinda sampai rencana pengeboman di Istana tidak bisa dilepaskan untuk menggiring opini agar umat I

lam tidak terlalu menekan ke pemerintah dalam kasus Ahok.

“Selama ini ada opini bahwa Jokowi seolah-olah melindungi Ahok dan dengan adanya bom Istana maka seolah-olah yang meminta keadilan kasus Ahok ingin mengebom Istana karena Presiden Jokowi dianggap melindungi Ahok,” papar Eko.

Eko meminta Umat Islam untuk mewaspadai operasi intelijen jahat untuk mendiskreditkan kelompok anti Ahok. “Kelompok antiahok sudah ada yang terkena kasus makar dan tak lama lagi ada kasus terorisme. Ini yang harus diwaspadai umat Islam,” pungkas Eko.

Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap tiga terduga teroris, Sabtu (10/12).

Berdasarkan pemeriksaan sementara, tiga teroris ini merencanakan meledakkan bom di Istana Negara, Jakarta Pusat.

“Rencananya bom tersebut akan diledakkan di Istana Negara pada saat serah terima jaga Paspampres‎,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komber Raden Prabowo Argo Suyono saat dikonfirmasi. (suaranasional)(satelitnews)

No comments:

Post a Comment