Sunday, August 7, 2016

Sadis, Tragis...Seorang Anak Tega Sengaja Menabrak Ibu Kandungnya Sendiri Hingga Meninggal Bagikan di Facebook

Sadis…Ratina br. Tampubolon (54) yang ditemukan tewas akibat kecelakaan lalu lintas pada Jumat (29/7) malam, ternyata ditabrak oleh anak kandungnya sendiri, Rikardo Parinando Pardede, (26). Semula, Rikardo merekayasa bahwa ibunya tewas akibat tabrak lari.



Agen Judi Online Terpercaya Sebelumnya, korban Ratina yang merupakan penjual kacang rebus ditemukan tewas tertabrak saat berjalan kaki sepulang jualan kacang di Jalinsum Balige-Tarutung, tepatnya di Desa Longat, Kecamatan Balige, Toba Samosir (Tobasa), Jumat (29/7) sekira pukul 20.30 WIB.

Korban ditemukan dengan kondisi sangat tragis, dengan luka robek di bagian kening, luka di mulut dan pinggul remuk. Petugas kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) saat itu mengatakan bahwa pengendara yang menabrak korban adalah pengendara mobil Suzuki, namun tidak diketahui keberadaannya dan diduga melarikan diri. 

Malam itu juga, tak jauh dari lokasi kejadian, petugas kepolisian menemukan mobil pick-up BK 8044 DD yang masuk ke parit, namun pemilik mobil tak ditemukan. Setelah ditelusuri, polisi mengetahui bahwa mobil itu adalah milik anak kandung korban yang tewas ditabrak lari itu. Meski curiga, namun polisi tidak begitu saja menduga, namun melakukan penyelidikan lebih dalam.

Dan, kematian Ratina pun sebenarnya sudah menuai kecurigaan warga Desa Hauma Bange, Kecamatan Balige, yang merupakan tempat tinggal korban. Banyak masyarakat menduga kalau Rikardo adalah pelakunya. Sebab, rentetan kejadian kematian korban dengan tingkah laku Rikardo, dianggap tidak wajar.

“Kalau tidak diamankan, begitu selesai penguburan almarhum, Rikardo mungkin jadi bulan-bulanan warga. Sebab warga sudah geram,” tutur Binahar Napitupulu, tokoh pemuda di Balige, Selasa (2/8).

Dia menerangkan, di lokasi Ratina ditabrak, ditemukan kepingan mobil Suzuki. Dan, di hari yang sama, juga tak jauh dari lokasi korban ditabrak lari, tepatnya di parit Tara Bunga, sekitar 2 km dari lokasi kejadian, ditemukan mobil pick-up milik korban. Kemudian, warga melihat bahwa tidak ada kesedihan di wajah Rikardo atas meninggalnya ibunya.

Warga yang sudah menaruh curiga kemudian bertanya kepada Rikardo. Namun saat itu Rikardo mengarang cerita yang tidak masuk akal. Hal itu yang membuat warga curiga, terlebih selama ini Rikardo sering ribut dengan ibunya. Rikardo mengaku mobil pick-up itu dipinjam orang. Dia mengaku seolah-olah dia dihipnotis hingga mau memberikan mobilnya begitu saja, ujar Binahar.

Kepada warga, Rikardo mengatakan bahwa setelah mengantarkan ibunya ke daerah Hinalang untuk berjualan kacang, Rikardo bertemu dengan seseorang di depan Polsek Balige. Setelah diberhentikan, dia mengaku punggungnya ditepuk. Kepadanya, orang tersebut mengatakan akan meminjam mobilnya agar kreditnya bisa dibayar. Dan, dia mengaku memberikan mobil itu begitu saja. Rikardo mengaku bahwa yang meminjam adalah seorang bermarga Siregar.

“Ceritanya tak masuk akal. Justru itu yang membuat warga curiga. Saya sendiri pun tak yakin. Maka itu, saya coba bujuk Rikardo. Saya berikan pemahaman dan nasehat, akhirnya Rikardo mengaku bahwa ia sendiri yang menabrak ibunya. Alasannya, Rikardo mengaku kecewa dan sakit hati kepada almarhum ibunya yang selalu cerewet,” ujar Binahar.

Masih kata Binahar, begitu pulang mengantarkan ibunya ke Longat, Rikardo singgah di sebuah rumah makan tak jauh dari lokasi kejadian. Saat ibunya melintas jalan kaki menuju arah Balige, niat jahat itu muncul. Dia berniat menabrak ibunya. Tak pikir panjang, niat itu dilakukan, kemudian mencoba merekayasa kejadian itu.

Terpisah, Kapolres Tobasa AKBP Jidin Siagian membenarkan kejadian itu. Kepada penyidik, Rikardo mengakui hal yang sama. “Rikardo sudah mengakui perbuatannya itu. Alasannya, kesal dengan almarhum ibunya yang cerewet,” ujar AKBP Jidin Siagian.

Diterangkan, saat ini Rikardo ditetapkan tersangka dan ditahan. “Sudah ditahan dan dipersangkakan melanggar Pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup,” pungkasnya. Terkait kejadian itu, Rikardo belum dapat dikonfirmasi. Menurut Kapolres, saat ini Rikardo masih menjalani pemeriksaan intensif. 

Lebih lanjut, Polisi masih tetap menyelidiki kematian Ratina br Tampubolon (54) yang diduga sengaja ditabrak anak kandungnya, Rikardo Parinando Pardede (26). Namun, berkembang dugaan di masyarakat bahwa Rikardo nekat membunuh ibunya demi mendapatkan uang asuransi ibunya. Diketahui, ibunya merupakan nasabah salah satu asuransi jiwa.

“Sejahat apapun seorang ibu kepada anaknya, tidak pernah seorang anak tega membunuh sadis ibu kandungnya,” demikian penuturan sejumlah ibu-ibu warga sekitar rumah korban ketika ditemui wartawan, Rabu (3/8).
Warga yang sudah mengenal betul keluarga itu mengatakan tak percaya jika motif pembunuhan itu dikarenakan sakit hati Rikardo kepada ibunya, sesuai pengakuannya kepada polisi.

Warga mengatakan, almarhum Ratina beberapa bulan lalu masuk salah satu asuransi. Dan, diketahui bahwa jika anggota asuransi meninggal, pewaris akan mendapat santunan kematian yang bisa mencapai ratusan juta rupiah. Belum lagi jika peristiwa yang menyebabkan korban meninggal adalah karena kecelakaan lalulintas, dimana akan ada tambahan puluhan juta santunan  dari asuransi Jasaraharja yang akan diterima keluarga atau pewaris. Dan, alasan itulah yang diyakini warga dilingkungan kediaman korban.

No comments:

Post a Comment