Wednesday, July 27, 2016

Inilah Potret Kehidupan Keluarga Pimpinan DPR Fadli Zon yang Terkenal Anti Asing



Soal Fadli Zon ini saya pikir keluarga paling lucu dan sama sekali tidak mewakili kebanyakan rakyat Indonesia. Baik dari kesederhanaan, sikap kewarasan sampai ngeyelnya yang sudah sangat akut.


Sebelumnya Fadli Zon terlibat kampanye dan foto-foto dengan pendukung bayaran Donald Trump. Setelah kunjungan kerja yang dibiayai negara, dia dengan Setya Novanto jalan-jalan di Amerika dan beralasan menggunakan duit sendiri. Padahal tiket PP jelas menggunakan anggaran negara. Tapi ya begitulah pola pikir zonk, sok punya duit, bayar sendiri, padahal memanfaatkan ‘mumpung’ lagi di Amerika sekalian jalan.


Berhubung publik banyak yang mempertanyakan kepatutan seorang legislatif di kampanye luar negeri, Fadli dan Setnov menjawab bahwa itu kejadian sangat spontan dan tidak sengaja. Mungkin maksudnya sama tidak sengajanya saat Fadli Zon berfoto dengan penonton nasi bungkusnya Donald Trump.


Kasus ini sempat mencuat dan MKD sudah berikan sanksi berupa teguran kepada Fadli Zon dan Setnov. Meski arogansi Fadli dan Setnov memang luar biasa, mereka tidak hadir saat MKD membacakan teguran tersebut.



Tak lama setelah itu, pembaca seword.com pasti masih ingat, giliran istri-istri DPR yang bawa spanduk dan pose di Jepang sambil miring-miring. Salah satu diantaranya juga istri Fadi Zon.


Atas kejadian ini Akom sebagai ketua DPR berkomentar sangat sengit. “Mereka hanya keliru, bisa dibilang genit-lah menggunakan spanduk PIA (Persaudaraan Istri Anggota DPR), padahal tidak dalam rangka agenda PIA,” kata Ade.


Sebab gara-gara spanduk tersebut masyarakat mengira bahwa acara jalan-jalan ke Jepang itu dibiayai DPR. Di luar itu saya pribadi melihat foto-foto dengan spanduk itu sebagai ajang pamer yang sudah keterlaluan. Niat banget pamernya bahwa mereka istri anggota dewan dan bahagia jalan-jalan ke Jepang. Sementara suami-suami mereka selalu teriak bahwa gaji anggota dewan masih kurang. Syuuuuuu…..!!


Fadli Zon sempat marah dan mengklarifikasi bahwa perjalanan tersebut tidak menggunakan uang negara, tidak minta jemput KBRI dan sebagainya. Intinya Fadli Zon menganggap tidak ada yang salah, sebab jalan-jalan pakai duit sendiri.


“Itu lintas partai, tidak ada uang DPR, tidak ada uang negara, bahkan tidak memakai fasilitas KBRI. Saya kira, mungkin Pak Akom kurang informasi, dia kadang-kadang harus mengontrol ucapannya,” ucap Fadli.

Setelah cerita absurd Fadli Zon dan istrinya, baru-baru ini giliran anaknya. Jadi ceritanya si anak ke Amerika dan Kesekjenan DPR mengirim surat ke KJRI New York untuk meminta penjemputan dan pendampingan selama sebulan. Iya, sebulan bro! Anak pimpinan DPR gitu lho.


Awalnya Fadli Zon ngeles tidak tau surat tersebut dan tidak pernah meminta fasilitas seperti itu. Namun setelah KJRI New York mengkonfirmasi adanya surat tersebut, Fadli Zon beralasan itu karena anaknya sampai pada jam 02:00 dinihari. Kemudian dibantah lagi oleh KJRI New York bahwa si anak tiba jam 14:00 siang waktu setempat. Rupanya Fadli Zon sengaja ngeles cari alasan dengan memanfaatkan perbedaan waktu Indonesia dan Amerika.




KJRI New York juga mengkonfirmasi bahwa mereka tidak bisa mendampingi anak Fadli Zon selama sebulan karena keterbatasan anggaran.


Akhirnya setelah tidak bisa ngeles lagi, Fadli Zon kemudian mengganti uang bensin yang sudah dikeluarkan oleh KJRI New York plus tips untuk sopirnya. Digantilah 2 juta rupiah dan dikirimkan ke Menlu Retno Marsudi. Sampai di sini Fadli Zon meremehkan 2 pihak sekaligus. Pertama menganggap KJRI New York sebagai travel antar jemput bandara. Kemudian selanjutnya menganggap Menlu sebagai tukang pos yang bisa kirimkan wesel. Kan kampret!


Dari soal Donald Trump, jalan-jalan ke Jepang sampai minta fasilitas New York, Fadli Zon selalu zonk gagal paham. Publik mempermasalahkan kepatutan, bukan soal uangnya. Fadli sebagai anggota dewan, ngapain foto dan kampanye dengan Donald Trump? Istrinya juga ngapain foto-foto miring dan sampe niat banget bawa spanduk persatuan istri anggota dewan. Terus anaknya juga minta dijemput KJRI. Semua bukan soal uangnya.


Kalau pola pikir dan mentalnya seperti ini, asal duit sendiri tidak masalah minta fasilitas ke KJRI, saya jadi berpikir mungkin inilah kenapa Presiden Jokowi menggunakan slogan #RevolusiMental. Sebab kita memang perlu merevolusi orang-orang seperti Fadli Zon ini. Dan kebetulan 2014 lalu, lawannya memang sekelompok orang yang mentalnya perlu direvolusi.


Ya sudahlah terserah Fadli Zon. Saya hanya ingin sedikit mengeluh. Sebagai rakyat Indonesia, saya merasa tidak diwakili oleh Fadli Zon yang menyandang predikat sebagai pimpinan dewan perwakilan rakyat. Saya pikir Fadli Zon juga tidak mewakili mayoritas rakyat Indonesia. Atas kejadian permintaan fasilitas pada KJRI New York, saya rasa sudah sepantasnya MKD memberhentikan Fadli Zon dari pimpinan DPR.


Tapi soal Fadli Zon ini memang unik. Bapaknya zonk, istrinya genit, maka wajar kalau anaknya seperti kurang kasih sayang dan berpose seperti gambar di bawah ini (kalau mau dibilang jablay kayaknya terlalu kasar). Lagipula mungkin memang ada bakat ke arah sana, positif thinking aja lah. Semoga kemulusannya tidak membatalkan puasa anda. 


Penulis: Dewi. poker012.com

No comments:

Post a Comment