Saturday, June 18, 2016

Usir Wartawan, Ahok Disarankan Cek Emosi ke Psikolog



AGEN JUDI ONLINE   -   Pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menilai Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak dewasa dalam melakukan komunikasi. Ia pun menyarankan mantan Bupati Belitung Timur itu mendatangi psikolog untuk mengecek kejiwaannya agar bisa mengukur tingkat tekanan emosinya.

Saran tersebut dilontarkan Emrus setelah Ahok “menyemprot” dan mengusir wartawan yang tengah melakukan tugas peliputan di Balai Kota DKI.

"Kalau dia (Ahok) matang psikologinya, maka dia akan menjawab dengan tawa dan senyum. Seharusnya dapat menghargai wartawan, santai saja. Coba Ahok cek emosinya ke psikolog," kata Emrus saat dihubungi Okezone, Sabtu (18/6/2016).

Emrus sangat menyayangkan sikap Ahok yang mengusir wartawan dari Balai Kota yang sedang mencari infromasi untuk diberitakan ke seluruh masyarakat. Apalagi, Balai Kota adalah ruang publik dan wartawan memiliki hak untuk berada disana.


"Balai Kota itu kan ruang publik, menurut saya tidak salah. Kecuali dia (wartawan) ujuk-ujuk masih ke ruangan Ahok, ke ruang pribadinya, kan ini enggak. Jadi, terus terang saya menyayangkan sekali," tandasnya.

Sebelumnya, Kamis 16 Juni 2016 Ahok memarahi salah seorang wartawan online pada saat wawancara di Balai Kota DKI. Kemarawan Ahok berawal saat wartawan tersebut bertanya "Berarti tidak ada pejabat yang sehebat bapak?"

Kemudian Ahok menanggapi pertanyaan tersebut sebagai tuduhan dan langsung menanyakan asal media sang wartawan. Ia bahkan melarang wartawan tersebut masuk ke Balai Kota dan melakukan wawancara.

"Anda dari koran apa? Makanya lain kali tidak usah masuk sini lagi, tidak jelas kalau gitu. Saya tegasin, kamu juga tidak usah nekan-nekan saya rekan media, saya tidak pernah takut," ujar Ahok dengan nada tinggi.

"Saya tidak pernah takut sama kalian (media), jujur saja. Saya selalu katakan, kalau cahaya fajar pagi, kegelapan tidak bisa nutup. Rembang cahaya fajar akan terus merekah, tidak bisa kamu tahan, itu yang saya katakan. Jadi tidak usah bolak-balikin kalimat gitu," kata Ahok.

Setelah itu Ahok langsung masuk ke ruangannya. Namun, tak berselang lama, ia keluar lagi untuk menegaskan bahwa wartawan yang mengajukan pertanyaan tadi, mulai besok tak boleh menginjakkan kaki di Balai Kota.

"Saya tidak ada kewajiban menjawab pertanyaan Anda sebetulnya. Saya tegaskan itu, bolak-balik ngadu domba. Pokoknya enggak boleh masuk sini lagi, enggak boleh wawancara," tukas Ahok sambil kembali berlalu ke ruangannya.

No comments:

Post a Comment