Wednesday, June 29, 2016

Melongok kampung Janda Cigombong



Agen Judi Online Terpercaya - Di kaki Gunung Salak, tepatnya di Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, banyak orang menyebut kampung ini sebagai 'kampung janda'. Perempuan di sana jadi janda bukan akibat dicerai namun karena para suami mereka yang tewas akibat tertimbun galian Loji, sebuah tambang karst digunakan sebagai bahan baku membuat batako.

Konon, sejak beroperasinya galian yang dikelola secara tradisional tahun 1996 itu, sudah lebih dari 100 pria tewas karena tertimbun longsor. "Iya memang kebanyakan para suami meninggal akibat tertimpa longsor tapi ada juga yang meninggal karena sakit dan juga jadi janda karena cerai," kata ketua W 07, Desa Ciburayut, Kampung Panyarang Tengah, Muhammad Endang Iskandar saat ditemui merdeka.com, Senin lalu. 

Endang menceritakan di kampungnya, para perempuan yang ditinggal suaminya karena menjadi korban longsoran tambang karst rata-rata memiliki banyak keturunan. "Kalau di sini iya, para janda yang ditinggal karena kejadian longsor tertimbun memiliki banyak anak. Paling banyak waktu itu satu janda punya enam orang anak. Tahun terakhir 3-4 orang anak satu janda," cerita Endang.

"Kalau di sini ada 6 KK (kepala keluarga) yang menjadi korban longsoran. Tahun kemarin ada 1 korban," kata Endang. Memang, lanjut Endang bukit yang menjadi area tambang itu sangat berbahaya dan para pekerja tambang karena digali dengan cara manual tanpa menggunakan alat berat.

Endang juga mengakui walaupun taruhannya nyawa, warganya tetap bekerja sebagai penambang karst. "Ya walaupun memang taruhannya nyawa, kalau urusan perut sudah lain urusan," kata Endang.

Galian tambang tersebut berada tak jauh dari kaki Gunung Salak ini memang sering membuat korban dari para penimbun akibat longsoran pasir dan batu. "Ya karena pekerjaannya manual gak pakai mesin, tak jarang penambang terkena reruntuhan longsor sampai tertimbun," cerita Endang. Meski sering menelan korban jiwa, namun warga sekitar tetap memilih mata pencaharian itu sebagai penghasilan utama. 

"Dulu pernah dipasang garis polisi, ya tapi mau gimana lagi sudah jadi mata pencaharian warga sini. Balik lagi urusannya perut. Polisi juga gak bisa neken buat ngelarang,"tutur Endang. Bahkan hingga sekarang warga desa Ciburayut tetap menggantungkan hidupnya sebagai penambang batu karst di sana.


No comments:

Post a Comment