Berita terkini 012 News Info

Wednesday, September 27, 2017
Saturday, December 24, 2016
Ketika Polisi Ikut Terjangkit Fenomena "Om Telolet Om"
LUBUKLINGGAU - Ada hal yang menarik perhatian di
kawasan tertib lalu lintas, saat patroli rutin dari satuan lalu lintas
Polres Lubuklinggau, yakni fenomena "om telolet om" yang sekarang sedang
naik daun.
Tren kekinian itu sekarang terlihat di Kota Lubuklinggau. Yang
menarik dan unik, slogan "om telolet om" menjadi ajang bagi satuan lalu
lintas Polres Lubuklinggau untuk mengajak masyarakat tertib berlalu
lintas, Kamis (22/12/2016).
Hal ini terbukti dengan ketika diadakan patroli di jalan raya setiap
pagi oleh satuan lalu lintas Polres Lubuklinggau. Papan yang bertuliskan
"om telolet om" menjadi pusat perhatian masyarakat pengguna jalan.
Tren ini digunakan oleh satuan lalu lintas Polres guna mengajak
dan mengimbau pengguna jalan untuk bisa mematuhi peraturan lalu lintas
yang sudah ada. Serta membuat masyarakat lebih dekat dengan aparat
kepolisian. Sehingga Polantas tidak selalu dinilai "polisi tilang".
Tri, salah satu pengendara motor saat melintas di daerah kawasan
tertib lalu lintas, mengatakan bahwa fenomena tersebut menarik dan bisa
membuat pengguna jalan lebih dekat dengan polisi serta membuat Polantas
tidak jadi momok bagi para pengguna jalan.
"Jadi terkesan unik, lucu, dan menarik cara pendekatan bagi
pengguna jalan untuk bisa tertib dalam berlalu lintas. Apalagi fenomena
"om telolet om" adalah bunyi klakson bus yang sekarang menjadi tren
kekinian. Hal positif yang bisa bermanfaat bagi masyarakat terutama bagi
pengguna jalan. Apalagi Polantas yang memegang papan bertuliskan "om
telolet om" ganteng dan cantik," jelas Tri.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujanga, didampingi Kasat
Lantas AKP Soekiman, menyambut baik hal positif yang dilakukan oleh
Satlantas Polres Lubuklinggau. Apalagi, aksi tersebut dilakukan untuk
mengajak masyarakat agar mematuhi peraturan berlalu lintas. Fonemana
yang disalurkan itu juga dianggap untuk kebaikan bersama serta lebih
mendekatkan polisi dengan masyarakat terutama para pengendara kendaraan
di jalan raya.
"Apapun yang dilakukan anggota saya selagi itu mendukung kinerja
Polri dalam melayani dan mengayomi masyakarat akan mendapat dukungan,
tren kekinian yang bermanfaat. Polisi tidak selalu terkesan menakutkan
bagi pengguna jalan raya. Apalagi kalau dalam berkendaraan mematuhi
seluruh peraturan yang ada, menggunakan helm SNI, memiliki SIM, serta
kelengkapan kendaraan lainnya. Sehingga tercipta keamanan di jalan
raya," pungkasnya.
Tuesday, December 20, 2016
Kapolres Depok : Saya Perintahkan Semua Polsek Pasang Spanduk Natal & Tahun Baru,Kalau Ormas Berani Datang Sweeping Kita Langsung Sikat
Berita Online - Kapolres Kota Depok AKBP Herry Heryawan memerintahkan seluruh polsek di
wilayah Kota Depok untuk memasang spanduk ucapan selamat Natal dan tahun
baru. Pemasangan spanduk ucapan tersebut untuk menghormati agama lain
yang merayakan hari besar agamanya.
"Saya wajibkan seluruh Polsek
di wilayah hukum Polresta Depok untuk memasang spanduk ucapan Natal dan
tahun baru, tujuannya untuk menghormati agama lain sebagai bentuk
keberagaman bangsa kita," ujarnya seperti dikutip mabesajo.com, Selasa
(20/12).
Menurutnya, Indonesia sebagai negara yang berazaskan
pancasila harus menjujung tinggi keberagaman dan kebhinekaan tunggal
ika. "Kita berbeda tetapi satu, jangan mudah terpecah belah," imbuhnya.
Herry
melanjutkan, sebagai bangsa yang majemuk, masyarakat sudah seharusnya
menghormati kebebasan beragama dan saling menumbuhkan sikap toleransi
dalam keberagaman suku, agama, ras dan antargolongan.
Oleh karena
itu, dia berjanji akan mengecek setiap polsek yang berada di wilayah
hukum Polresta Depok untuk memastikan memasang spanduk ucapan Natal dan
tahun baru. Tak hanya itu, dia juga meminta seluruh personel siap
melakukan pengamanan Natal dan tahun baru.
Herry mengimbau
jajaran polsek harus siaga mengantisipasi semua kemungkinan kerawanan
yang timbul selama jalannya perayaan Natal dan tahun baru. Segala macam
gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat harus bisa segera diatasi
agar tidak meluas.
"Polisi harus menjamin ibadah umat beragama
berlangsung dengan aman dan damai, untuk itu polisi harus hadir melayani
dan melindungi masyarakat," imbuhnya.
Monday, December 19, 2016
Habib Rizieq Protes, Presiden Berikan Bonus Rp.200 juta ke Pemain Timnas Indonesia
Habib Rizieq Protes, Presiden Beri Bonus Rp.200 juta ke Timnas Indonesia – Kembali media sosial di hebohkan dengan komentar dari Habib Rizieq Shihab. Kali ini ketua FPI itu menyerang Presiden Republik Indonesia lantaran memberikan bonus kepada pemain timnas Indonesia meski mereka tidak juara.
Seperti yang diketahui, di final piala AFF timnas Indonesia ditundukan oleh timnas Thailand dengan skor 2-0 dikandang Thailand sendiri. Padahal pada leg pertama Indonesia sudah berhasil mengkantongin kemenangan dengan skor 2-1 yang dimainkan di kandang sendiri. Namun, menurut Presiden Indonesia, Joko Widodo hasil ini tidaklah buruk dikarena timnas sudah dengan susah payah bisa menuju hingga final di piala AFF ini.
Habib Rizieq Protes, Presiden Berikan Bonus Rp.200 juta ke Pemain Timnas Indonesia
Meski gagal meraih juara, Presiden Jokowi merasa bangga denggan apa yang telah dilakukan oleh timnas Indonesia karena telah mampu menyatukan bangsa. Namun tidak begitu dengan ketua FPI, Habib Rizieq Protes, menurutnya Indonesia memang pantas dibanggakan karena telah menuju hingga final. Namun yang dipermasalahkan oleh Habib Rizieq adalah jumlah hadiah yang diberikan oleh Presiden Jokowi kepada para pemain dianggap hanya menghabur-haburkan uang rakyat.
Pada hari Senin (19/12/2016), Presiden mengadakan jamuan makan siang dengan seluruh penggawa timnas di Istana Kepresidenan. Presiden Jokowi memberikan dukungan kepada para penggawa timnas agar bisa memotivasi mereka untuk lebih baik kedepannya.
“Semangat juang, kerja keras mati-matian yang ditunjukan timnas Indonesia bikin rakyat bangga. Malam itu rakyat betul-betul memberikan dukungan yang luar biasa, ada yang deg-degan, yang berdoa, sampai ada yang ngak berani lihat televisi,” ujar Jokowi.
“Kalau kita lihat timnas Garuda ini betul-betul bisa menyatukan bangsa, menunjukkan kekuatan, persatuan, menunjukkan kebhinekatunggalikaan. Bahwa perbedaan, kemajemukan, keberagaman itu menjadi sumber kekuatan bangsa kita,” katanya menambahkan.
Sang presiden memberikan bonus sebesar Rp.200 juta bagi masing-masing pemain. Sementara ofisial timnas Indonesia akan mendapatkan bonus sebesar Rp.150 juta.
Hal ini lah yang memancing kemarahan dari pihak FPI, Habib Rizieq Protes karena menurutnya bonus tersebut kebanyakan. Lebih bagus uang tersebut dibuat untuk biaya pembanguanan daripada harus dihamburkan untuk timnas Indonesia.
“Menurut saya itu terlalu banyak, coba kamu bayangin berapa pemain timnas Indonesia?? ada 30 pemain lebih loh?? (Jumlah pemain timnas yang dibawa Alfred Riedl sebanyak 23 orang) Ya, satu orang kali 200juta sudah berapa?? Ini tidak masuk akal loh.” Tutur Habib
“Lebih baik, uang tersebut dibuat biaya pembangunan Mesjid, atau untuk bantuan bagi rakyat-rakyat yang kurang mampu lah.” tambahnya.
Habib Rizieq Protes, Presiden Berikan Bonus Rp.200 juta ke Pemain Timnas Indonesia
Namun meski begitu, Habib Rizieq juga tidak melarang akan bonus yang diberikan oleh presiden Jokowi, namun menurutnya jumlah tersebut terlalu banyak untuk seorang pemain yang gagal juara. Namun, Habib Rizieq tetap bangga akan perjuangan yang diberikan oleh timnas meski gagal dalam memberikan gelar untuk Indonesia.
“Bangga, jelas bangga. Timnas bisa masuk final saya juga sudah bangga, meskipun gagal dalam memberikan gelar.” tutupnya
Memang kita seharusnya bangga untuk pemain timnas kita karena mereka sudah dengan susah payah bisa tembus hingga final dan bahkan sudah unggul di leg pertama. Namun, lawan kali ini adalah Thailand yang terkenal akan kekuatan sepak bolanya di Asia Tenggara. Dan hingga artikel ini diberitakan bonus yang dijanjikan oleh presiden telah ditransfer ke para penggawa timnas.
Setujukah anda jika Presiden Jokowi memberikan hadiah sebesar Rp.200 juta kepada pemain meski gagal memberikan gelar kepada Indonesia??
Saturday, December 17, 2016
Basuki Melambung, Agus Melorot
MEROSOTNYA elektabilitas pasangan calon nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat di pilkada DKI Jakarta dalam satu bulan terakhir sehingga disalip pasangan calon nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di berbagai survei nyatanya tak berlangsung lama.
Basuki-Djarot mampu membalikkan prediksi dengan kembali meraih elektabilitas tertinggi (rebound) dalam survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI). “Ini agak di luar perkiraan,” ujar Direktur Eksekutif LSI Kuskridho Ambardi.
Kuskridho memaparkan hasil survei bertajuk Likebility is Electability, Kualitas Personal Calon dalam Pilkada DKI Pascainsiden Al-Maidah di Hotel Century Jakarta, kemarin. Menurut dia, fenomena Basuki terbilang anomali.
“Biasanya agak susah untuk naik kembali dan cenderung terus meluncur ke bawah. Namun, dia (Basuki) kuat kinerjanya yang selama ini tertutupi kasus penistaan agama. Ada kenaikan dari November sebesar 26,2% jadi 31, 8% di Desember,” papar dia.
Survei tersebut dilakukan 3-11 Desember 2016 atau setelah aksi doa bersama yang dikenal dengan Peristiwa 212. Yang menarik, kata Kuskridho, elektabilitas pasangan calon nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni malah turun.
Elektabilitas pasangan Agus-Sylvi bulan ini 26,5%. Pada November lalu, elektabilitas mereka sebesar 30,4%. Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapat 23,9% atau turun dari November sebesar 24,5%.
Sisanya, 17,8% pemilih, masih merahasiakan pilihan. Survei mengambil sampel 800 orang yang diwawancarai langsung dengan metode multistage random sampling. Tingkat kepercayaan survei 95% dengan margin of error 3,5%. Kontrol kualitas hasil wawancara dilakukan secara random 20%.
Kualitas calon
Ia mengatakan beberapa faktor yang menyebabkan Basuki-Djarot rebound seperti kualitas personal calon, kinerja, dan sikap Basuki terkait dengan dugaan kasus penistaan agama.
Soal kinerja, pemilih DKI menilai Basuki-Djarot telah membuktikan hasil kerja mereka. “Yang memilih berdasarkan isu primordial itu menurun,” ucapnya.
post by : www.poker012.net
The Indonesian Post Nah..Lho..!! Jokowi Kunjungi Ahok di Rumah Lembang, Ada Apa ??
www.poker012.net, JAKARTA – Pengaduan warga di Rumah Lembang sebagai
markas Ahok, kali ini dihebohkan oleh kedatangan ‘Jokowi’. Suasana makin
riuh saat kedatangan ‘Jokowi’ ini langsung disambut oleh calon gubernur
DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
“Selamat datang Pak Jokowi,” kata Ahok yang disambut tawa warga yang
hadir diRumah Lembang, Jalan Lembang, nomor 25, Menteng, Jakarta Pusat,
Kamis.
Tentu saja Jokowi yang dimaksud bukan presiden Joko Widodo melainkan
orang yang mirip dengan Jokowi. Pria itu bernama Reza Srimulyadi.
Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai kuli bangunan itu datang
untuk memberikan dukungan langsung ke mantan Bupati Belitung Timur ini.
“Saya dukung Pak Ahok karena kerjanya udah nyata. Jadi mau cari apa
lagi?,” kata Reza.
Terkait kemiriannya dengan Jokowi, Reza menganggap berkah baginya.
Karena kemiripan itu ia sempat membintangi iklan sebuah produk obat di
televisi. “Bangga banget banyak yang bilang mirip. Dulu waktu Pak Jokowi
masih menjadi gubernur saya sering bangat bertemu,” tutur Reza.
Friday, December 16, 2016
Beredar Kabar FPI akan Mensweeping Markas TNI yang Gunakan Atribut Natal
Menjelang perayaan hari raya Natal , Front Pembela Islam (FPI) akan men sweeping sejumlah mall, dealer dan hotel.
Kedatangan mereka ke lokasi-lokasi tersebut guna melakukan himbauan
kepada manajemen mall dan hotel, agar tidak memaksa karyawan muslim
mengenakan atribut Natal, khususnya kostum Sinterklas.
Ketua Divisi Hukum FPI mengatakan, pihaknya menindaklanjuti fatwa MUI
terkait imbauan bagi umat muslim untuk tidak mengenakan atribut agama
lain. Sweeping ini juga akan dilakukan di markas markas TNI dan Polri
agar tidak menggunakan atribut sinterklas saat Natal.
"Jadi kami meminta agar manajemen mall ,Dealer dan Institusi TNI-Polri
tidak memaksakan pegawainya yang beragama muslim, untuk turut
menggunakan atribut natal," katanya.
Post by : www.poker012.net
Subscribe to:
Comments (Atom)








